Tukang Ketik

Online Typing Service

Tetap kerja kantoran atau berani kerja rumahan?

Bekerja dari kantor bisa diartikan menjual jasa/keahlian kita kepada perusahaan (kantor) dan mendapatkan bayaran/kompensasi/upah dari hasil kerja kita. Mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh kantor seperti jam kantor, jam istirahat, waktu cuti, deadline pekerjaan, prosedur kerja, standar administrasi, memakai seragam, dst. Melakukan negosiasi dengan pihak manajemen untuk upah, kesejahteraan pekerja dst. Mendapatkan tunjangan hari raya, penggantian uang lembur, pengantian biaya pengobatan, dst. Semua sudah ada sistem dan prosedur yang menjadi patokan untuk dijalankan oleh pekerjanya.

Bekerja dari rumah, artinya melakukan pekerjaan produktif, menjual jasa/keahlian kita langsung kepada klien dan mendapatkan bayaran/kompensasi/upah dari hasil kerja kita. Bekerja dari rumah tidak perlu memakai seragam atau baju resmi, tidak ada sanksi telat masuk kantor, tidak ada cuti, tidak ada negosiasi upah, tidak ada kesejahteraan pekerja, tidak ada tunjangan hari raya, tidak ada penggantian uang lembur, tidak ada pengantian biaya pengobatan, dst.

Kalau begitu lebih enak mana? Tentu saja bekerja kantoran, karena sudah ada kepastian akan mendapatkan upah tiap bulan beserta jaminan lain. Lantas kenapa ada orang yang memilih bekerja dari rumah seperti yang saya lakoni sekarang?

Alasan saya, saya bisa menghemat 3 jam perjalanan pergi pulang ngantor, bisa kapan saja pergi ke mall atau tempat-tempat hiburan lain, bisa nonton tv/film atau baca buku sepuasnya, bisa begadang tanpa perlu bangun pagi keesokan harinya, bisa mengunjungi sanak saudara kapan saja, bisa akses internet browsing sana sini tanpa takut ditegur, bisa bekerja sambil makan, tidak perlu mandi pagi, tidak perlu gosok gigi, bisa bekerja sambil chatting, bisa tidur kalau kantuk menyerang, dst dst. Walau begitu, bekerja rumahan pun tetap harus professional, mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya sesuai dengan deadline, target, atau output yang ingin dicapai. Tidak bisa sembarangan. 

Bagaimana dengan pendapatan tiap bulan? Disini sisi kreativitas, promosi, kepercayaan, usaha dan doa, berkehendak. Betul usaha rumahan tidak mendapat upah rutin seperti bekerja kantoran, tapi, jika 5 faktor diatas bicara, maka rejeki akan terus mengalir tanpa henti. Tetapi, tidak ada jaminan, upah yang didapat akan sama setiap bulan. Penuh ketidak pastian, penuh resiko. Maka itu, jangan coba-coba kalau belum siap dengan resiko.

February 11, 2010 - Posted by | opini | , , , , , , ,

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: